Mutilasi Jasad Dalam Koper Ngawi

Kedok Perselingkuhan Pelaku Mutilasi Ngawi Bukan Suami Siri Uswatun Hasanah, 3 Tahun Berbohong

Kedok perselingkuhan pelaku mutilasi Ngawi bukan suami siri Uswatun Hasanah, 3 tahun bohong demi tinggal di kos Tulungagung.

|
Suryamalang.com/Luhur Pambudi/IST
Antok (kiri) pelaku mutilasi Ngawi bukan suami siri Uswatun Hasanah (kanan), 3 tahun bohong kedok perselingkuhan. 

Alhasil, keluarga tidak pernah tahu kesulitan hingga masalah yang dihadapi oleh korban.

Tiba-tiba saja pada Kamis (23/1/2025), jasad Uswatun Khasanah dalam kondisi tidak utuh ditemukan di dalam koper merah kawasan Desa Dadapan, Kendal, Ngawi.

Baca juga: Gelagat Korban Mutilasi Uswatun Khasanah di Hotel Kediri Sebelum Tewas, Tampil Cantik dan Mencolok

Uswatun Khasanah tinggal bersama neneknya di Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Selain tinggal bersama nenek dari pihak ayahnya, kedua anak korban masih berusia 10 tahun (dengan suami pertama) dan satu lagi usia 7 tahun (dengan suami kedua). 

Masih di kawasan yang sama, rumah ibu kandung korban ada di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Uswatun Khasanah pun terakhir kali bekerja di Tulungagung dan menghuni sebuah kamar kos di kawasan Jalan Panglima Sudirman.

Menceritakan sosok Uswatun Khasanah, adiknya bernama Intan mengaku sangat syok dan terpukul.

"Kakak saya ini orangnya baik. Dulu, waktu saya masih kecil, belum menikah yang merawat juga kakak saya," kata Intan dengan mata yang masih terlihat sembap ditemui di rumah ibunya Desa Sidodadi, Blitar, Minggu (26/1/2025).

Bahkan, setelah Intan menikah dan akhirnya bercerai, yang membantu keuangan Intan juga kakaknya.

Intan terakhir komunikasi melalui telepoin dengan kakaknya pada awal Januari 2025.

Waktu itu, kakaknya menanyakan kabar kepada Intan.

"Kebetulan saya kan sedang cari kerja. Saya dipecat dari tempat kerja lama di Jakarta. Lalu saya cari kerja di Solo, tidak cocok terus pindah ke Madiun," jelasnya.

Setelah itu, Intan belum pernah berkomunikasi lagi dengan kakaknya dan sekarang justru mendapat kabar kakaknya terkena musibah.

Diketahui kedua orang tua Intan dan Uswatun Khasanah sudah bercerai.

Lalu ibu kandung mereka menikah lagi dan tinggal di Desa Sidodadi, Blitar sedang ayahnya tinggal di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

"Waktu itu saya masih belum percaya dengan kabar soal kakak saya. Saya merasa seperti hoaks, kayak ngeprank," kata Intan.

Akhirnya, Intan percaya kakaknya benar-benar sudah meninggal seperti kabar yang diterimanya.

(Reporter/Luhur Pambudi/Samsul Hadi)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved