Katanya Efisiensi Anggaran, Tapi Anggota DPRD Kabupaten Malang Masih Doyan Kunker Nggak Jelas

Katanya Efisiensi Anggaran, Tapi Anggota DPRD Kabupaten Malang Masih Doyan Kunker Nggak Jelas

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
IST
EFISIENSI ANGGARAN - M Zuhdy Ahmadi, Gubernur LIRA. Ia mengkritisi aktivitas anggota DPRD Kabupaten Malang yang suka kunker nggak jelas, padahal sedang ada gerakan efisiensi anggaran. 

Bukan cuma Kusairi, M Zuhdy Ahmadi, Gubernur LIRA Jatim, juga mengkritik keras terhadap kebiasaan buruk wakil rakyat yang suka pemborosan itu.

Ia minta agar anggaran perjalanan dinas tahun ini, yang sangat besar atau Rp 48 miliar itu dipangkas 50 persen.

Itu bisa dialihkan buat program ketahanan pangan atau buat perbaikan jalan. Sebab, meski sudah diperbaiki dengan anggaran Rp 250 miliar, namun itu belum mampu menuntaskan jalan di Kabupaten Makang, karena banyak yang rusak akibat kena bencana alam.

"Jika buat perbaikan jalan, itu justru jauh lebih bermanfaat karena bisa dilewati rakyat, dari pada dihabiskan buat kelenceran seperti itu."

"Coba, tanya mereka, setiap pulang kunker, apa hasilnya, pasti tak bisa jelaskan. Lah iya, zaman sudah serba online atau tersambung seperti ini, kok masih studi banding atau kunker, mbok membuka di Google, apa saja sudah ada," tegas pria yang biasa dipanggil Didik ini.

Makanya, Didik mengaku akan menghadap Bupati Sanusi, untuk minta agar anggaran kluyuran dewan Rp 48 miliar itu dipangkas jadi 50 persen.

Jika tidak, lanjut dia, anggaran Rp 48 miliar, yang setara buat anggaran pengentasan kemiskinan di lima kecamatan itu habis bak ditelan angin mamiri.

"Semoga, nanti Pak Bupati sependapat jika anggaran itu dipangkas. Jika dipangkas Rp 20 miliar saja, misalnya, itu bisa memperbaiki jalan sepanjang 200 kilometer atau setara dengan jalan di 79 desa."

"Atau jika dipakai buat perbaikan jembatan, yang kemarin banyak yang rusak akibat diterjang banjir, itu bisa memperbaiki 40 jembatan antar desa," tegasnya.

Sementara, beberapa anggota dewan dihubungi, sepertinya sudah merasa jika akan ditanya soal kosongnya gedung dewan.

Akibatnya, mereka tak ada yang menjawab telepon selulernya. Begitu juga, Bagus Sulistyawan AP, MSI, juga demikian.

Meski berkali-kali ditelepon, mantan Camat Singosari itu sepertinya juga sudah bisa menebak, kalau akan ditanya soal kunker anggota dewan, yang sudah tik- tokan dengannya itu.

"Ya, nggak mungkin mau menjawab telepon wartawan, wong mereka itu memang suka slintutan seperti itu," tegas Didik.

 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved