Katanya Efisiensi Anggaran, Tapi Anggota DPRD Kabupaten Malang Masih Doyan Kunker Nggak Jelas
Katanya Efisiensi Anggaran, Tapi Anggota DPRD Kabupaten Malang Masih Doyan Kunker Nggak Jelas
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM, MALANG - Meski sudah sering disorot, namun kelakuan anggota DPRD Kabupaten Malang yang tak 'betah' di kantornya, sepertinya kian menjadi-jadi.
Seperti belum lama ini, gedung DPRD Kabupaten Malang disorot banyak orang karena kondisinya kosong melompong.
Itu karena keempat anggota komisi-nya ngelencer yang dibalut dengan lagu lama, seperti kunjungan kerja (kunker) serentak. Padahal ada gerakan efisiensi anggaran yang melarang pejabat negara melakukan aktivitas 'tak bermutu'.
Dua komisinya berkunjung ke DPRD DKI, sedang dua komisi lainnya, ke DPRD Provinsi Yogyakarta.
Rupanya, sorotan banyak pihak itu, tak mempan karena tak membikin anggota dewan itu insaf, melainkan justru seperti kejar tayang.
Seperti Senin (17/2/2025) siang, kondisi gedung DPRD Kabupaten Malang itu kembali kosong sehingga banyak orang kecele ketika ingin mengadu.
Itu karena keempat komisinya ramai-ramai berkunjung ke luar kota. Seperti Komisi II, mereka kunker ke DPRD Kabupaten Bekasi, sedangkan komisi lainnya, ada yang ke DPRD Kabupaten Tanggerang.
Meski acaranya baru Senin siang, namun mereka lihai juga untuk memploroti anggaran rakyat itu. Agar sedikit bisa menambah tebal isi dompetnya, mereka mengakalinya dengan berangkat, Minggu (16/2/2025) sore.
Otomatis, uang sakunya sedikit bisa bertambah karena mereka bisa menginap dua malam karena baru pulang Selasa (18/2/2025). Dan, anggaran pun membengkak.
"Iya, sudah saya cek, tadi siang itu, gedung dewan sepi, seperti tak berpenghuni. Sebab, teman saya mau mengantar surat undangan, hanya bisa ditemui pegawai sekwan."
"Padahal, temanku kepingin menjelaskan isi undangan itu," tegas Ahmad Kusairi, koordinator LSM Pro Desa, Senin (17/2/2025).
Kusairi menilai jika kebiasaan mereka yang suka kelenceran, dengan tanpa membawa hasil positif buat kepentingan rakyat itu, sebaiknya dihentikan.
Bukan malah terkesan menjadi-jadi atau menggunakan aji mumpung. Yakni, mumpung masih belum diberlakukan program Presiden Prabowo Subianto, yang akan memangkas anggaran perjalanan dinas pejabat hingga 50 persen itu.
"Iya, kok, sepertinya mereka tak peka dengan jeritan rakyat, yang kian susah akibat semua kebutuhan naik."
"Malah, mereka hampir tak ada di kantornya setiap minggu, karena sibuk ke sana-ke mari," tutur Kusairi, yang jadi Jubir Bupati Muhammad Sanusi saat Pilkada 2024 lalu.
M Zuhdy Ahmadi
efisiensi anggaran
DPRD Kabupaten Malang
Muhammad Sanusi
LSM Pro Desa
Prabowo Subianto
SURYAMALANG.COM
Terkait Meninggalnya Affan Kurniawan, Mantan Ketua KPK Abraham Samad Desak Presiden Copot Kapolri |
![]() |
---|
Polisi dan Ratusan Driver Ojek Online di Kota Malang Gelar Salat Gaib untuk Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Buntut Demo Ricuh di Kota Malang, 4 Polisi Terluka dan 16 Pos Polisi Dirusak Massa |
![]() |
---|
Hasil Skor Persijap Jepara Vs Arema FC di Babak Pertama Imbang 0-0, Diwarnai Hujan Kartu Merah |
![]() |
---|
Dhamysoga Tim Putra SMAN 5 Malang Lolos Playoffs, Pelatih Anyar Suryo Adi Jadi Sorotan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.