Pertamina Oplos Pertamax dan Pertalite

SOSOK DPR RI Herman Khaeron Viral Rapat dengan Pertamina Terima Amplop Bantah Sogokan, Cek Harta

SOSOK anggota DPR Herman Khaeron viral rapat dengan Pertamina terima amplop kuning bantah sogokan, berapa harta kekayaannya?

Video Kompas.TV/Tangkapan layar Youtube TV Parlemen
KORUPSI PERTAMINA - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron (KANAN) dalam rapat, Senin (3/3/2025). Tangkapan layar momen Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron (KIRI) mengambil amplop kuning saat rapat bersama direksi Pertamina. Herman Khaeron membantah amplop yang diterimanya saat rapat Selasa, (11/3/2025) adalah uang sogokan, fitnah keji. 

"Dan narasi ini adalah narasi sesat yang seakan-akan dibangun opininya bahwa rapat dengan Pertamina kemarin bahwa anggota Komisi VI nerima amplop," katanya lagi.

Baca juga: Arti Gugatan Class Action, Pertamina Dilaporkan 619 Korban Pertamax Oplosan Minta maaf Belum Cukup

Andre menjelaskan, amplop yang diterima Herman Khaeron itu adalah amplop uang SPPD atau perjalanan dinas.

Uang itu, menurut Andre, amplop tersebut diterima Herman setelah melakukan perjalanan dinas. 

"Kebetulan amplopnya belum diambil, minggu lalu perjalanan dinasnya, baru kemarin ditandatangani dan diambil," ujar Andre.

Andre pun memberi kesempatan kepada Herman untuk melakukan klarifikasi langsung terkait amplop itu supaya tidak ada fitnah lagi. 

"Saya menegaskan ini supaya perang kita terhadap mafia migas jangan terganggu dengan fight back mafia terhadap kita," kata Andre.

Dalam penjelasannya, Herman Khaeron menyebut dirinya merasa geli ketika membaca narasi yang beredar. 

"Karena saya kemarin memang mengkritisi kalau ada oknum yang mereka melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum dan korup, setuju untuk ditindaklanjuti oleh APH (aparat penegak hukum) dan berikan sanksi seberat-beratnya," kata Herman.

Herman juga mengatakan, narasi yang beredar di media sosial itu adalah fitnah keji.

Herman menegaskan uang perjalanan dinas itu seharusnya diambil pekan lalu, namun dirinya baru bisa mengambil kemarin. 

"Itulah menurut saya perlawanan-perlawanan proxy terhadap kekuatan kita yang ingin memperbaiki bangsa dan negara, terutama Pertamina pada waktu kemarin kita rapat dengan mereka," ujar Herman Khaeron.

(BangkaPos.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved