Tipu Daya Dokter Kandungan di Garut Saat Lecehkan Pasien, Ajak Ke Kosan Saat Mau Bayar Suntik Vaksin

Terungkap tipu daya M Syafril Firdaus dokter kandungan di Garut saat lecehkan korbannya. Ajak [asien ke kosan saat mau bayar biaya suntik vaksin.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Frida Anjani
Kolase SURYAMALANG.COM/Istimewa
DOKTER CABUL GARUT - Potret M Syafril Firdaus dokte rkadnungan Garut yang viral lecehkan pasiennya. Pakai modus ajak pasien ke kosan saat mau bayar biaya sutnik vaksin. 

“Posisi pelaku sekarang sedang umrah,” kata Ratna.

Namun, pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan pihak kepolisian.

Polres Garut mengklaim mereka telah menangkap pelaku kurang dari 24 jam setelah video viral tersebar di media sosial.

“Kurang dari 24 jam, kita sudah amankan diduga pelaku dan saat ini diamankan di ruangan khusus untuk pemeriksaan intensif,” jelas Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.

Menanggapi perbedaan informasi tersebut, Ratna menyatakan pihaknya masih terus mendalami dan mencari klarifikasi lebih lanjut.

"Ini sedang kami dalami untuk meminta informasi kembali," ucapnya.

Minta Dua Hal ke Polisi

Sementara itu, MSF yang disebut sudah ditangkap disebut meminta dua hal setelah diamankan pihak kepolisian Polres Garut sejak Selasa (15/4/2025) malam. 

Di sela pemeriksaan, MSF disebut menyampaikan dua permintaan kepada aparat kepolisian.

Permintaan tersebut disampaikan melalui Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Hasbullah Huda’il, yang menjenguk MSF di Mapolres Garut, Rabu (16/4/2025).

Baca juga: NASIB Dokter Kandungan Garut Raba Bagian Sensitif Ibu Hamil, Video Kelakuan M Syafril Firdaus Viral

“Biarkan polisi tegakkan aturan secara profesional, yang kedua bisa dibuka komunikasi dengan keluarganya, itu saja Pak Kapolres pesannya,” kata Hasbullah kepada wartawan di hadapan Kapolres Garut AKBP Mochamad Fajar Gumilang.

Kedatangan Hasbullah mewakili Kemenkumham bertujuan untuk memantau proses penegakan hukum atas kasus dugaan pelecehan seksual yang video-nya sempat viral di media sosial.

Hasbullah juga bertemu langsung dengan MSF dan berdiskusi bersama penyidik terkait proses yang berjalan.

“Alhamdulillah jajaran Polres Garut sudah melakukan tugasnya secara profesional,” ujarnya mengutip kompas.com.

Hasbullah menyampaikan pihaknya akan mendukung penegakan hukum atas kasus ini dan menyusun rekomendasi agar masyarakat tetap merasa aman saat menjalani pemeriksaan medis.

“Perlu dibuat rekomendasi agar kasus serupa jangan sampai terulang, bagaimana melindungi hak-hak warga akan rasa aman ketika menjalani pemeriksaan di dunia medis,” jelasnya.

Baca juga: Bebas dari Kesengsaraan Nasib Mantan Istri Dokter Kandungan Lecehkan Pasien, Jadi Single Parent

Hasbullah menekankan, pemeriksaan medis menuntut kepercayaan penuh dari pasien terhadap proses dan tenaga medis.

Termasuk saat prosedur mewajibkan pasien membuka pakaian karena itu, perlindungan terhadap hak dan rasa aman pasien harus diperkuat.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved