Pembunuhan Brigadir Nurhadi

Brigadir Nurhadi Tewas Usai Merayu Wanita Penghibur Atasannya, Pesta di Vila Tekek Ide Kompol I Made

Terkuak misteri kematian anggota Propam Polda NTB, Brigadir Nurhadi karena merayu wanita penghibur atasannya di Vila Tekek Gili Trawangan Lombok.

Editor: iksan fauzi
Kolase Tribunlombok/tangkapan layar
TERSANGKA PEMBUNUH BRIGADIR NURHADI : Tersangka wanita penghibur asal Jambi inisial M (kiri) saat ditahan di Polda NTB sejak 1 Juli 2025. Foto kanan : koase tangkapan layar tersangka pembunuhan Brigadir Nurhadi Kompol I Made Yogi Purusa dan Ipda Haris Chandra. 

Syarif mengatakan, CCTV di Vila Tekek Gili Trawangan Lombok hanya ada di pintu masuk dan tidak ada rekaman hilang dari kamera pengawas itu. 

Dalam rekaman yang ada tidak ada orang lain yang keluar masuk dalam rentan waktu ayah dua orang anak itu ditemukan meninggal dunia.

Selidiki peran Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra

Kombes Pol Syarif Hidayat mengatakan penyidiknya masih mendalami peran Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Chandra dan wanita penghibur asal jambi dalam kematian Brigadir Nurhadi

Syarif mengatakan masih mendalami karena terkendala pengakuan para tersangka yang sebagian besar berbohong. 

Menurut Syarif para tersangka memberikan sesuatu menyebabkan korban tidak sadarkan diri sesuai pasal 359 KUHP. 

Sedangka adanya dugaan penganiayaan sesuai pasal 351 ayat 3.

"Tapi saya sampaikan dari awal kami berdasarkan keterangan hasil ekshumasi, keterangan ahli pidana dan ahli poligraf untuk menetapkan tersangka," kata Syarif. 

Syarif menjelaskan, sebelum Brigadir Nurhadi tewas, korban sempat merayu rekan wanita penghibur dari tersangka. 

"Ini dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP," terang Syarif. 

Hasil autopsi jasad Brigadir Nurhadi

Ahli forensik sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dr Arfi Samsun mengungkapkan hasil autopsi jasad Brigadir Nurhadi ada indikasi penganiayaan sebelum tewas.

Arfi Samsun mengungkapkan, setelah autopsi ditemukan lidah Brigadir Nurhadi mengalami patah tulang.

Hal itu mengindikasikan 80 persen kematian Brigadir Nurhadi karena dicekik. 

Arfi juga melakukan pemeriksaan penunjang. Di antaranya, memeriksa paru-paru, tulang sumsum dan ginjal Brigadir Nurhadi

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved