Pembunuhan Brigadir Nurhadi

Brigadir Nurhadi Tewas Usai Merayu Wanita Penghibur Atasannya, Pesta di Vila Tekek Ide Kompol I Made

Terkuak misteri kematian anggota Propam Polda NTB, Brigadir Nurhadi karena merayu wanita penghibur atasannya di Vila Tekek Gili Trawangan Lombok.

Editor: iksan fauzi
Kolase Tribunlombok/tangkapan layar
TERSANGKA PEMBUNUH BRIGADIR NURHADI : Tersangka wanita penghibur asal Jambi inisial M (kiri) saat ditahan di Polda NTB sejak 1 Juli 2025. Foto kanan : koase tangkapan layar tersangka pembunuhan Brigadir Nurhadi Kompol I Made Yogi Purusa dan Ipda Haris Chandra. 

Wanita M, menurut Yan merupakan wanita suruhan Kompol I Made Yogi Purusa untuk menemani Brigadir Nurhadi selama satu malam.

Baca juga: Mengenal Sosok Wanita M Tersangka Pembunuhan Brigadir Nurhadi yang Ditahan, Cari Uang untuk Keluarga

 

Kronologi pesta berujung petaka

 Terungkapnya fakta-fakta kematian Brigadir Nurhadi. Dalam kematian Brigadir Nurhadi ini, dua orang seniornya telah ditetapkan sebagai tersangka. Brigadir Nurhadi merupakan anggota Propam Polda NTB. Ia tewas diduga setelah dianiaya oleh dua atasannya, yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama (YG) dan Ipda Haris Chandra (HC). (Kolase Tangkapan Layar Youtube Tribun Pekanbaru Official/Istimewa)
 Terungkapnya fakta-fakta kematian Brigadir Nurhadi. Dalam kematian Brigadir Nurhadi ini, dua orang seniornya telah ditetapkan sebagai tersangka. Brigadir Nurhadi merupakan anggota Propam Polda NTB. Ia tewas diduga setelah dianiaya oleh dua atasannya, yakni Kompol I Made Yogi Purusa Utama (YG) dan Ipda Haris Chandra (HC). (Kolase Tangkapan Layar Youtube Tribun Pekanbaru Official/Istimewa) ()

Direktur Ditreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat mengungkap kronologi pesta sebelum Brigadir Nurhadi tewas.

Ia menyebut Kompol I Made Yogi Purusa, Ipda Haris Chandra dan Brigadir Nurhadi liburan di Gili Trawangan ditemani dua wanita penghibur

"Dari penjelasannya yang satu mereka (tersangka dan korban) ke sana (Gili Trawangan) untuk happy-happy dan pesta," tegas Syarif. 

Kombes Syarif sekaligus eks Wakapolresta Mataram itu mengungkapkan saat tiba di Vila Tekek Gili Trawangan Lombok, Brigadir Nurhadi diberi obat penenang.

Hanya saja, dalam rentan waktu 20:00 WITA sampai 21:00 WITA, tidak ada satupun saksi maupun rekaman kamera pengawas melihat dan merekam peristiwa itu.

"Sehingga space waktu ini patut diduga tempat terjadinya (pencekikan) seperti yang disampaikan seperti hasil ekshumasi, karena ada faktor sebelumnya diberikan sesuatu yang seharusnya tidak dikonsumsi tapi dikonsumsi," kata Syarif. 

Sekitar pukul 21.00 Wita lewat, salah satu tersangka yang ada di dalam villa mengabari bahwa almarhum sudah berada di kolam dan diangkat.

Kemudian polisi melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait kasus kematian Brigadir Nurhadi.

Baca juga: 2 Tersangka Pembunuhan Brigadir Nurhadi Ternyata Eks Kasat, Tapi Malah Tak Ditahan Oleh Polisi

Sebanyak 18 saksi sudah diperiksa. Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari lima orang ahli.

Lima orang ahli itu adalah ahli parmatologi, ahli pidana, ahli poligraf, ahli forensik dan dokter RS Bhayangkara yang memeriksa awal terkait keadaan korban setelah kejadian di Gili Trawangan. 

Syarif juga menjelaskan, sebelum peristiwa meninggalnya Nurhadi, korban sempat merayu salah satu rekan wanita dari salah satu tersangka. 

"Ini dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP," jelasnya. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved