Calo Terkikis Layanan Digital
Warga Kota Malang Mengeluh Tak Bisa Pakai KTP Digital
Warga Kecamatan Kedungkandang, Lucky Ramadhan mengaku tidak memiliki KTP fisik sejak setahun lalu.
Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin
"Anak muda pasti paham dengan layanan digital. Tapi layanan itu perlu sosialisasi lebih luas, mungkin bisa dimulai dari sekolah karena para siswa nanti juga akan mengurus KTP," terangnya.
Menurutnya, penerapan sistem digital juga bisa membantu efisiensi waktu, terutama bagi pelajar.
"Kalau lewat digital, jam belajar para siswa tidak terganggu. Jadi bisa lebih praktis, dan tidak perlu antre lama," tuturnya.
Agung mengaku belum pernah mengurus adminduk secara online. Agung terakhir membuat KTP pada tahun 2019. Saat itu, proses pengurusan dilakukan secara langsung di kantor Disdukcapil Kota Malang.
"Waktu itu saya datang siang, dan KTP-nya sudah jadi pada sore hari. Pengurusannya cepat," tambahnya.
Saat itu Agung harus antre selama dua jam untuk mendapat KTP. Agung berharap adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) bisa memangkas antrean masyarakat yang mengurus adminduk.
"Adanya MPP bisa membantu agar pelayanan lebih merata dan tidak menumpuk di satu tempat," imbuhnya.
eksklusif
multiangle
meaningful
KTP Digital
Kota Malang
Dispendukcapil Kota Malang
smartphone
SURYAMALANG.COM
| Tak Mau Pakai Jasa Calo, Warga Kabupaten Malang Rela Mondar-mandir Urus Adminduk |
|
|---|
| Warga Kota Malang Tak Mau Urus Adminduk Online Karena Khawatir Ribet |
|
|---|
| Di Balik Layanan Adminduk Digital: Masih Ada Ketimpangan Akses, Keamanan Data dan Ancaman Calo Baru |
|
|---|
| Layanan Digital Kependudukan Mulai Diminati Warga Kota Malang, Dilarang Pakai Jasa Calo! |
|
|---|
| Dari KETAN IRENG Sampai BIDUK CINTA, Inovasi Dispendukcapil Kabupaten Malang Tingkatkan Pelayanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Warga-menunjukan-aplikasiSistem-Informasi-Pelayanan-Elektronik-Kota-Malang.jpg)