Jumat, 24 April 2026

Koperasi Merah Putih

KKMP Cemorokandang Bangkitkan Semangat Koperasi dari Sawah

Perjalanan KKMP Cemorokandang awalnya hanya mendapat subsidi untuk biaya akta notaris. Setelah itu, semuanya dilakukan secara mandiri

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
KKMP - Kiagus Firdaus, Wakil Pengawas KKMP Cemorokandang, menunjukan pupuk yang dijual di koperasi, Kamis (6/11/2025). Ia bersama anggota yang lain sepakat dalam rapat, bahwa koperasi tak melulu bergerak di sektor simpan pinjam. Harus ada cara lain yang berdekatan dengan kebutuhan masyarakat sekitar, berjualan pupuk. 

Pupuk sangat dibutuhkan masyarakat sekitar karena banyak petani.

Dari pupuk itu, usaha bergerak dan bisa mendorong keuntungan untuk menjadi modal lagi.

Pertanian di kawasan Cemorokandang didominasi oleh perkebunan.

Ada sayur mayur, termasuk juga padi. Dengan adanya akses pupuk yang lebih dekat, petani pun menjadi lebih mudah untuk mendapatkannya.

"Itu memang kebutuhan petani di sini. Kami dapat memenuhi kebutuhan mereka soal pupuk ini," imbuhnya.

Selain pupuk, koperasi juga menyediakan layanan pembayaran HIPAM (Himpunan Pengelola Air Minum) yang sebelumnya hanya dilakukan di kantor kelurahan. Hal ini sangat mendorong perputaran usaha di koperasi itu.

"Sekarang warga bisa bayar air di koperasi. Dari situ berkembang ke pembayaran listrik, pulsa, dan akhirnya beberapa bank seperti BRI dan BNI melirik kami jadi agen,” jelasnya.

Berbekal keuntungan dari jasa pembayaran dan kerja sama perbankan, KKMP kemudian mengembangkan usaha sembako, menjual beras hingga LPG untuk kebutuhan rumah tangga warga.

 

Bertahan dari Kendala dengan Kemandirian

Perjalanan KKMP Cemorokandang tak selalu mulus. Awalnya, koperasi hanya mendapat subsidi untuk biaya akta notaris. Setelah itu, semuanya dilakukan secara mandiri. 

“Kami sempat kesulitan mencari anggota karena iuran Rp100 ribu dirasa berat bagi sebagian warga. Akhirnya, yang bergabung mayoritas petani dan pekebun,” ujar Kiagus.

Kendala itu perlahan teratasi setelah ada pengusaha lokal yang menyuntikkan modal sebagai investor.

Koperasi pun mulai tumbuh. Setelah resmi berdiri pada 9 September 2025, KKMP mencatat peningkatan pendapatan secara signifikan dalam tiga bulan pertama.

Perputaran uangnya bisa mencapai Rp 15 juta per bulan.

Hal lain yang kini menjadi tantangan adalah mendekatkan anak muda dengan koperasi.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved