Koperasi Merah Putih
KKMP Cemorokandang Bangkitkan Semangat Koperasi dari Sawah
Perjalanan KKMP Cemorokandang awalnya hanya mendapat subsidi untuk biaya akta notaris. Setelah itu, semuanya dilakukan secara mandiri
Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
Meski tumbuh positif, Kiagus mengakui tantangan terbesar koperasi saat ini adalah minimnya partisipasi anak muda.
“Hampir 90 persen pengurus kami sudah berumur. Anak muda menganggap koperasi itu konvensional, mereka lebih tertarik pada pinjaman online,” katanya.
Untuk mengubah pandangan itu, KKMP mencoba pendekatan kreatif. Meski cukup sulit, tapi usaha tetap dijalankan. Pengurus biasa mendekat dengan anak muda melalui acara perlombaan.
“Kami masuk lewat Karang Taruna dan pernah menyelenggarakan lomba e-sport agar anak muda mengenal koperasi,” tuturnya.
Namun, minat mereka masih terbentur pada iuran simpanan wajib yang dianggap memberatkan.
Langkah Digital Masih Terbatas
Transformasi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Pengurus yang mayoritas sudah tua, jadi agak sulit beradaptasi. Sementara ini layanan bisa diakses pakai WhatsApp Business dan QRIS untuk transaksi.
Meski begitu, ia menyadari bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar koperasi bisa bersaing.
“Sebenarnya bisa sekali promosi lewat media sosial, tapi kami butuh pelatihan dan pendampingan. Kalau KKMP digarap serius, bisa kok bersaing dengan ritel modern,” tegasnya.
Ke depan, Kiagus berharap pemerintah benar-benar mendukung koperasi rakyat seperti KKMP.
Ia mencontohkan peluang kolaborasi dengan BUMD atau program sosial seperti rantang kasih yang dikelola melalui katering warga.
"Kami sudah menawarkan kerja sama, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Padahal katanya, janji pemerintah pusat ingin kolaborasi sampai ke bawah,” ujarnya menutup perbincangan.
KKMP Cemorokandang kini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi warga masih hidup. Dari pupuk, air, hingga layanan digital, koperasi kecil ini menanamkan harapan baru. Ekonomi rakyat bisa tumbuh jika diberi kesempatan dan dukungan nyata. (Benni Indo)
Malang
Koperasi Merah Putih
Koperasi Kelurahan Merah Putih
Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang
| Pendampingan Koperasi Merah Putih untuk Optimalisasi Usaha |
|
|---|
| Pemkot Malang Dorong KMP Jadi Motor Ekonomi Masyarakat |
|
|---|
| Honor Pendamping KDMP Se-Jatim Segera Cair, Kadinkop Pastikan Anggaran Rp 18 Miliar untuk Tiga Bulan |
|
|---|
| KDMP Randugading Tajinan Kabupaten Malang Berhasil Kelola Koperasi dengan Aset Rp 4,8 Miliar |
|
|---|
| Bupati Malang sebut Banyak Potensi yang Bisa Dikembangkan untuk Keberlangsungan KMP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kiagus-Firdaus-Wakil-Pengawas-KKMP-Cemorokandang.jpg)