Rabu, 29 April 2026

Koperasi Merah Putih

KKMP Cemorokandang Bangkitkan Semangat Koperasi dari Sawah

Perjalanan KKMP Cemorokandang awalnya hanya mendapat subsidi untuk biaya akta notaris. Setelah itu, semuanya dilakukan secara mandiri

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
KKMP - Kiagus Firdaus, Wakil Pengawas KKMP Cemorokandang, menunjukan pupuk yang dijual di koperasi, Kamis (6/11/2025). Ia bersama anggota yang lain sepakat dalam rapat, bahwa koperasi tak melulu bergerak di sektor simpan pinjam. Harus ada cara lain yang berdekatan dengan kebutuhan masyarakat sekitar, berjualan pupuk. 

Meski tumbuh positif, Kiagus mengakui tantangan terbesar koperasi saat ini adalah minimnya partisipasi anak muda. 

“Hampir 90 persen pengurus kami sudah berumur. Anak muda menganggap koperasi itu konvensional, mereka lebih tertarik pada pinjaman online,” katanya.

Untuk mengubah pandangan itu, KKMP mencoba pendekatan kreatif. Meski cukup sulit, tapi usaha tetap dijalankan. Pengurus biasa mendekat dengan anak muda melalui acara perlombaan.

“Kami masuk lewat Karang Taruna dan pernah menyelenggarakan lomba e-sport agar anak muda mengenal koperasi,” tuturnya. 

Namun, minat mereka masih terbentur pada iuran simpanan wajib yang dianggap memberatkan.


Langkah Digital Masih Terbatas

Transformasi digital juga menjadi tantangan tersendiri. Pengurus yang mayoritas sudah tua, jadi agak sulit beradaptasi. Sementara ini layanan bisa diakses pakai WhatsApp Business dan QRIS untuk transaksi.

Meski begitu, ia menyadari bahwa pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar koperasi bisa bersaing. 

“Sebenarnya bisa sekali promosi lewat media sosial, tapi kami butuh pelatihan dan pendampingan. Kalau KKMP digarap serius, bisa kok bersaing dengan ritel modern,” tegasnya.

Ke depan, Kiagus berharap pemerintah benar-benar mendukung koperasi rakyat seperti KKMP.

Ia mencontohkan peluang kolaborasi dengan BUMD atau program sosial seperti rantang kasih yang dikelola melalui katering warga. 

"Kami sudah menawarkan kerja sama, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Padahal katanya, janji pemerintah pusat ingin kolaborasi sampai ke bawah,” ujarnya menutup perbincangan.

KKMP Cemorokandang kini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi warga masih hidup. Dari pupuk, air, hingga layanan digital, koperasi kecil ini menanamkan harapan baru. Ekonomi rakyat bisa tumbuh jika diberi kesempatan dan dukungan nyata. (Benni Indo)

Sumber: SuryaMalang
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved