Kota Malang
Menikmati Daging Asap Khas NTT di Kota Malang
Se’i merupakan metode pengolahan daging tradisional asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Se’i merupakan metode pengolahan daging tradisional asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengandalkan proses pengasapan dalam waktu lama
- Kini, di Kota Malang ada restoran Se'Indonesia, yang menyajikan makanan khas NTT yang telah dimodernisasi agar sesuai dengan selera dan gaya hidup masa kini
- Kehadiran outlet di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang pun menjadi ruang baru bagi pecinta kuliner untuk menikmati se’i dengan kualitas rasa yang terjaga
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Makanan dengan olahan daging asap telah banyak dijumpai di sejumlah daerah.
Umumnya, masyarakat sudah mengenal dengan ikan asap, makanan yang kerap ditemui di sepanjang pesisir pantai.
Lantas, bagaimana dengan Se'i? Namanya pun tidak banyak orang tahu, meskipun sama-sama diolah dari proses pengasapan.
Se’i sendiri merupakan metode pengolahan daging tradisional asal Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengandalkan proses pengasapan dalam waktu lama.
Kini, di Kota Malang ada restoran Se'Indonesia, yang menyajikan makanan khas NTT yang telah dimodernisasi agar sesuai dengan selera dan gaya hidup masa kini.
Hadirnya Se'Indonesia ini semakin membuat beragam varian kuliner asap di Malang, yang memang dikenal sebagai surganya wisata kulineran.
Metode Slow Cooked
Proses pengolahannya pun cukup unik, yakni mengandalkan metode slow cooked, yang memungkinkan panas dan aroma asap meresap secara perlahan ke dalam serat daging.
Hasilnya, daging se’i memiliki tekstur yang konsisten, lembut, dan tetap juicy.
Metode tersebut tidak menghilangkan karakter smoky yang menjadi ciri khasnya.
Proses ini juga membuat cita rasa daging terasa lebih seimbang, tidak terlalu kering, namun kaya aroma.
"Teknik pengasapan menjadi kunci utama dalam sajian se’i. Kami menjaga prosesnya agar rasa asap tidak mendominasi, tapi menyatu dengan daging," kata Co-Founder & CEO Se’Indonesia, Rinaldi Dharma Utama kepada SURYAMALANG.COM, Senin (9/2/2026).
Daging Impor
Bahan baku yang digunakan juga tidak sembarangan.
Se’Indonesia menggunakan 100 persen daging sapi impor sebagai bahan baku utamanya.
Hal itu dilakukan untuk menjaga konsistensi hasil rasa yang menendang di lidah.
Pemilihan daging ini dinilai lebih stabil untuk proses slow cooked, sehingga kualitas rasa dan tekstur bisa terjaga di setiap penyajian.
| Anggaran BBM DLH Kota Malang Terancam Habis September, Ajukan Tambahan Rp4 Miliar |
|
|---|
| Wacana Penutupan Prodi, UB Malang Tawarkan Opsi Penguatan Kurikulum untuk Prodi yang Lemah |
|
|---|
| Penertiban Pasar Kebalen, Kapolresta Malang Kota: Jalan Umum Harus Kembali pada Fungsinya |
|
|---|
| Anggaran BBM DLH Kota Malang Terancam Habis pada September 2026 |
|
|---|
| Penertiban Pedagang di Pasar Kebalen Malang, Upaya Kembalikan Fungsi Pasar Tradisional yang Nyaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/daging-asap-yang-ada-di-gerai-SeIndonesia-yang-baru-buka-cabang-di-Kota-Malang-Senin-922026.jpg)