Kota Malang
Atlet Sepeda Berharap Velodrome Kota Malang Segera Direvitalisasi
Anantha mengaku telah menggunakan Velodrome Sawojajar sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Selain sebagai tempat latihan, Velodrome Sawojajar juga memiliki fungsi penting sebagai pusat pembinaan atlet.
Menurut Anantha, fasilitas tersebut dilengkapi mess atlet yang selama ini digunakan untuk pemusatan latihan menjelang berbagai kejuaraan. Banyak atlet tingkat internasional lahir dari Velodrome.
Beberapa nama atlet yang lahir dari Velodrome adalah M Syelhan, Dewika Mulya Sofa, Imelda Tabita, Dois Audi, Pandu Satrip, Milatul Khatimah, Ari Kristanto, Firman Candra, dan Dika Alif.
"Di sana bukan hanya tempat latihan. Ada mess atlet juga, baik di bagian depan maupun belakang. Saya sendiri pernah tinggal dan tidur di sana saat pemusatan latihan," katanya.
Baca juga: Status Aset Velodrome Masih Ditelusuri, BKAD Kota Malang Tunggu Kepastian dari Pemprov Jatim
Ia menambahkan, menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), atlet-atlet biasanya menjalani pemusatan latihan di Velodrome. Bahkan saat persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON), atlet-atlet Jawa Timur berkumpul dan menjalani latihan bersama di lokasi tersebut.
"Kalau ada Porprov biasanya atlet menginap di sana. Untuk PON juga atlet-atlet Jawa Timur pernah berkumpul di Velodrome Sawojajar," ujarnya.
Anantha menilai Velodrome Sawojajar memiliki sejarah panjang dalam mencetak atlet berprestasi.
Banyak atlet nasional maupun daerah yang lahir dari proses pembinaan di fasilitas olahraga tersebut.
Menurut dia, keberadaan velodrome menjadi salah satu faktor penting yang mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Malang dan Jawa Timur.
"Banyak atlet yang lahir dari Velodrome. Tempat itu menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet," katanya.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan status aset dan melakukan perawatan secara berkelanjutan agar fasilitas tersebut tidak semakin mengalami kerusakan.
"Saya ingin Velodrome tetap ada dan terawat. Dengan kondisi sekarang saja atlet masih bisa berkembang. Apalagi kalau dirawat secara maksimal," ujarnya.
Anantha optimistis Velodrome Sawojajar masih memiliki masa depan yang cerah sebagai pusat pembinaan olahraga di Kota Malang.
Menurutnya, dalam beberapa tahun mendatang akan muncul atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia dari fasilitas tersebut.
"Ke depan saya yakin akan muncul juara-juara baru dari Malang. Karena itu Velodrome harus tetap dijaga dan dirawat agar bisa terus melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk Indonesia," katanya.
| Status Aset Velodrome Kota Malang Ternyata Milik Pemprov Jatim |
|
|---|
| Status Aset Velodrome Masih Ditelusuri, BKAD Kota Malang Tunggu Kepastian dari Pemprov Jatim |
|
|---|
| Kuota SD-SMP Negeri Kota Malang Tak Sebanding dengan Jumlah Lulusan, Disdikbud Sarankan ke Swasta |
|
|---|
| Status Aset Belum Jelas, DPRD Kota Malang Dorong Penyelamatan Velodrome Sawojajar |
|
|---|
| Wali Murid di Kota Malang Dilema Masukkan Anak Usia 6 Tahun ke SD, Begini Penjelasan Resmi Disdikbud |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Para-pesepeda-beristirahat-di-trek-Velodrome-Sawojajar-Kota-Malang-Pemkot-Malang.jpg)