Rabu, 3 Juni 2026

Kota Malang

Atlet Sepeda Berharap Velodrome Kota Malang Segera Direvitalisasi

Anantha mengaku telah menggunakan Velodrome Sawojajar sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
VELODROME - Para pesepeda beristirahat di trek Velodrome Sawojajar, Kota Malang. Pemkot Malang masih menunggu kepastian informasi kepemilikan aset bangunan tersebut karena tidak tercatat di neraca aset Pemkot Malang. 

Selain sebagai tempat latihan, Velodrome Sawojajar juga memiliki fungsi penting sebagai pusat pembinaan atlet.

Menurut Anantha, fasilitas tersebut dilengkapi mess atlet yang selama ini digunakan untuk pemusatan latihan menjelang berbagai kejuaraan. Banyak atlet tingkat internasional lahir dari Velodrome.

Beberapa nama atlet yang lahir dari Velodrome adalah M Syelhan, Dewika Mulya Sofa, Imelda Tabita, Dois Audi, Pandu Satrip, Milatul Khatimah,  Ari Kristanto, Firman Candra, dan Dika Alif.

"Di sana bukan hanya tempat latihan. Ada mess atlet juga, baik di bagian depan maupun belakang. Saya sendiri pernah tinggal dan tidur di sana saat pemusatan latihan," katanya.

Baca juga: Status Aset Velodrome Masih Ditelusuri, BKAD Kota Malang Tunggu Kepastian dari Pemprov Jatim

Ia menambahkan, menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), atlet-atlet biasanya menjalani pemusatan latihan di  Velodrome. Bahkan saat persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON), atlet-atlet Jawa Timur berkumpul dan menjalani latihan bersama di lokasi tersebut.

"Kalau ada Porprov biasanya atlet menginap di sana. Untuk PON juga atlet-atlet Jawa Timur pernah berkumpul di Velodrome Sawojajar," ujarnya.

Anantha menilai Velodrome Sawojajar memiliki sejarah panjang dalam mencetak atlet berprestasi.

Banyak atlet nasional maupun daerah yang lahir dari proses pembinaan di fasilitas olahraga tersebut.

Menurut dia, keberadaan velodrome menjadi salah satu faktor penting yang mendukung lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Malang dan Jawa Timur.

"Banyak atlet yang lahir dari Velodrome. Tempat itu menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet," katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan status aset dan melakukan perawatan secara berkelanjutan agar fasilitas tersebut tidak semakin mengalami kerusakan.

"Saya ingin Velodrome tetap ada dan terawat. Dengan kondisi sekarang saja atlet masih bisa berkembang. Apalagi kalau dirawat secara maksimal," ujarnya.

Anantha optimistis Velodrome Sawojajar masih memiliki masa depan yang cerah sebagai pusat pembinaan olahraga di Kota Malang.

Menurutnya, dalam beberapa tahun mendatang akan muncul atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama daerah maupun Indonesia dari fasilitas tersebut.

"Ke depan saya yakin akan muncul juara-juara baru dari Malang. Karena itu Velodrome harus tetap dijaga dan dirawat agar bisa terus melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk Indonesia," katanya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved