TOPIK
Lumajang
-
Tubuh Tosan dipasang alat penghitung detak jantung dan pernafasan. Alat ini belum pernah dipasang di tubuh Tosan sebelumnya.
-
Polda Jatim khawatir kedatangan pembezuk akan mempengaruhi tersangka sehingga mempersulit pemeriksaan.
-
Orang kaya. Berapapun dibayarlah...
-
Kekayaan Hariyono kemungkinan besar didapatkan dari bisnis tambang pasirnya juga retribusi keluar masuknya truk pasir di desa itu.
-
Bersama Salim Kancil, Tosan ikut disiksa. Ia dilindas motor, tapi lolos dari maut. Ini kata pertamanya saat dirawat di rumah sakit.
-
Ia dipindahkan bersama tiga orang tersangka penganiayaan dan pembunuhan terhdap Salim Kancil yang masih berada di Polres Lumajang.
-
Di sekitar foto Salim Kancil yang di letakkan di trotoar, massa aktivis lingkungan menaburkan bunga, sebagai ungkapan duka cita atas pembunuhan keji.
-
Penyidik menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Sebagaian tersangka terlibat dalam pengeroyokan Tosan, dan sebagaian bembunuhan Salim
-
Penganiayaan yang mengakibatkan Salim Kancil sangat sadis. Puluhan tersangka tidak hanya memukul Kancil menggunakan tangan kosong dan melempari batu.
-
Tubuh Salim ditempelkan di tembok itulah dan kemudian disiksa beramai-ramai. Di tempat itu pula, ia disetrum.
-
Polisi menetapkan Kepala Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian, Lumajang Hariyono sebagai tersangka.
-
Sebelum meninggal, hal terakhir yang dilakukan Salim kancil adalah menggendong cucunya..
-
"Mereka masih anak-anak jadi tidak ditahan, hanya wajib lapor,"
-
Namun saat ditanya langkah Pemkab paska penutupan, bupati tidak menjelaskan lebih lanjut.
-
Tidak menemukan Sapari, massa bergerak ke rumah Salim Kancil. Mereka menggedor rumah Salim dan memintanya keluar.
-
"Hentikan penindasan terhadap hak asasi manusia,"
-
Dua petani asal Pasirian, Kabupaten Lumajang, jadi korban penganiayaan yang dilakukan preman tambang pasir. Warga menggugat.
-
Pendaki Gunung Semeru yang mengalami patah tulang, M Rendika (20) warga Jl Pinguin 7 No 157 Desa Kenangan Baru, Kecamatan Pecut Seituan, Deli Serdang
-
pendaki yang meninggal dunia itu bernama Dania Agustina Rahman (19) asal Sukabumi, Jawa Barat.
-
Peristiwa itu bermula saat mereka pulang dari menonton sepak bola di lapangan Desa Pandansari. Penumpang mobil itu merupakan suporter klub Singojoyo
-
Pihak KBRI itu memberitahukan kalau Winarti tewas Minggu (23/5/2015). Ia menjadi korban pembunuhan di rumah bosnya.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved