Malang Raya
Reaksi Penolakan Sekolah Jika Andreas Tampubolon Diasuh Wali Kota Malang, Singgung Orang Tua Kandung
Reaksi penolakan sekolah jika Andreas Tampubolon diasuh Wali Kota Malang, ini alasannya, singgung orang tua kandung.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Sutiaji masih berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Malang terkait penanganan anak tersebut.
Sutiaji juga masih mencari tahu masalah yang dihadapi anak tersebut sehingga sampai berpisah dengan orangtuanya dan tidak memiliki tempat tinggal.
"Kami segera minta kepada teman-teman, kalau bisa kita akan jadikan anak asuh. Dan bisa jadi nanti saya sendiri. Saya belum tahu. Yang jelas nanti gimana akan kita dalami," kata Sutiaji di Balai Kota Malang.

Pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Widyagama Kota Malang akan menanggung semua biaya hidup siswanya yang tidak punya tempat tinggal akibat ditinggal oleh orangtuanya.
Sementara ini, Andreas Tampubolon yang duduk di kelas 10 Jurusan Komputer Jaringan itu masih tinggal di ruang UKS sekolah.
Nantinya Andreas Tampubolon akan disediakan tempat di Asrama Stikes Widyagama Husada yang masih berada dalam satu yayasan dengan sekolah tersebut.
Pihak SMK Widyagama Kota Malang akan menanggung semua biaya hidup siswanya yang tidak punya tempat tinggal akibat ditinggal oleh orangtuanya.
Sementara ini, Andreas Tampubolon yang duduk di kelas 10 Jurusan Komputer Jaringan itu masih tinggal di ruang UKS sekolah.
Nantinya Andreas Tampubolon akan disediakan tempat di Asrama Stikes Widyagama Husada yang masih berada dalam satu yayasan dengan sekolah tersebut.
Awal Kisah Andreas Tampubolon
Kisah Andreas Tampubolon mencuat setelah viral di media sosial.
Andreas Tampubolon tinggal di sekolah karena tidak punya tempat tinggal dan terpisah dari orangtuanya.
Kisah Andreas Tampubolon diunggah oleh salah satu gurunya melalui akun twitter @dearvioninot.
Andreas Tampubolon tercatat sebagai siswa jalur beasiswa penuh dan masih duduk di bangku kelas 10 Jurusan Komputer Jaringan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Widyagama Kota Malang, Jawa Timur.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Widyagama Kota Malang Mawan Suliyadi mengatakan, persoalan yang dihadapi Andreas Tampubolon baru terungkap pada Selasa (3/9/2019) kemarin.