Malang Raya
Reaksi Penolakan Sekolah Jika Andreas Tampubolon Diasuh Wali Kota Malang, Singgung Orang Tua Kandung
Reaksi penolakan sekolah jika Andreas Tampubolon diasuh Wali Kota Malang, ini alasannya, singgung orang tua kandung.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Saat itu, Andreas Tampubolon tetap tinggal di sekolahnya meskipun jam sekolah sudah selesai.

Seorang guru lantas bertanya kepada Andreas Tampubolon kenapa tidak pulang.
Andreas Tampubolon lantas bercerita bahwa tidak memiliki tempat tinggal.
"Selasa itu dia tidak pulang, kenapa kok tidak pulang ternyata sudah tidak boleh tidur di rumah itu karena ada suatu hal," kata Mawan, Jumat (6/9/2019).
Mawan mengatakan, Andreas Tampubolon berpisah dengan orangtuanya sejak masih duduk di kelas 9 SMP. Saat itu, kontrakan milik orangtuanya habis.
Orang tuanya pergi ke luar kota, sedangkan Andreas Tampubolon tetap di Kota Malang melanjutkan sekolahnya.
Andreas Tampubolon lantas bertemu dengan seseorang bernama Pak Angga di sebuah masjid.
Pak Angga tersebut lantas mengasuh anak tersebut.
Setelah lulus SMP, Pak Angga selaku orangtua asuh menyekolahkan Andreas Tampubolon ke SMK Widyagama Kota Malang melalui jalur beasiswa penuh.
Belakangan, orangtua Pak Angga terlibat konflik dengan Andreas Tampubolon dan memintanya untuk tidak tinggal di rumahnya.

Sejak saat itu, Andreas Tampubolon tidak punya tempat tinggal.
"Kemarin yang daftar ke sini oleh bapak asuhnya. Ambil jalur yang beasiswa penuh. Saya pikir dengan beasiswa sudah tidak ada masalah. Ternyata masalah tempat tinggal," kata Mawan.
Sementara, Andreas Tampubolon diberi tempat tinggal di ruang UKS.
Pihak sekolah masih berupaya untuk memindahkan Andreas Tampubolon ke Asrama Stikes Widyagama Husada. "Kami sudah konfirmasi. Bertahap nanti pindah ke asrama," jelasnya.
Pihak SMK Widyagama juga akan mengurus ijazah SMP Andreas Tampubolon yang masih tertahan karena urusan administrasi.