Malang Raya

Reaksi Penolakan Sekolah Jika Andreas Tampubolon Diasuh Wali Kota Malang, Singgung Orang Tua Kandung

Reaksi penolakan sekolah jika Andreas Tampubolon diasuh Wali Kota Malang, ini alasannya, singgung orang tua kandung.

Reaksi Penolakan Sekolah Jika Andreas Tampubolon Diasuh Wali Kota Malang, Singgung Orang Tua Kandung
WartaKota.com
Reaksi Penolakan Sekolah Jika Andreas Tampubolon Diasuh Wali Kota Malang, Singgung Orang Tua Kandung 

Saat itu, Andreas Tampubolon tetap tinggal di sekolahnya meskipun jam sekolah sudah selesai.

Andreas Oktaviandi Tampubolon (15), pelajar kelas X SMK di Kota Malang.
Andreas Oktaviandi Tampubolon (15), pelajar kelas X SMK di Kota Malang. (SURYAMALANG.COM/Aminatus Sofya)

Seorang guru lantas bertanya kepada Andreas Tampubolon kenapa tidak pulang.

Andreas Tampubolon lantas bercerita bahwa tidak memiliki tempat tinggal.

"Selasa itu dia tidak pulang, kenapa kok tidak pulang ternyata sudah tidak boleh tidur di rumah itu karena ada suatu hal," kata Mawan, Jumat (6/9/2019).

Mawan mengatakan, Andreas Tampubolon berpisah dengan orangtuanya sejak masih duduk di kelas 9 SMP. Saat itu, kontrakan milik orangtuanya habis.

Orang tuanya pergi ke luar kota, sedangkan Andreas Tampubolon tetap di Kota Malang melanjutkan sekolahnya.

Andreas Tampubolon lantas bertemu dengan seseorang bernama Pak Angga di sebuah masjid.

Pak Angga tersebut lantas mengasuh anak tersebut.

Setelah lulus SMP, Pak Angga selaku orangtua asuh menyekolahkan Andreas Tampubolon ke SMK Widyagama Kota Malang melalui jalur beasiswa penuh.

Belakangan, orangtua Pak Angga terlibat konflik dengan Andreas Tampubolon dan memintanya untuk tidak tinggal di rumahnya.

Andreas Tampubolon
Andreas Tampubolon (Warta Kota)

Sejak saat itu, Andreas Tampubolon tidak punya tempat tinggal.

"Kemarin yang daftar ke sini oleh bapak asuhnya. Ambil jalur yang beasiswa penuh. Saya pikir dengan beasiswa sudah tidak ada masalah. Ternyata masalah tempat tinggal," kata Mawan.

Sementara, Andreas Tampubolon diberi tempat tinggal di ruang UKS.

Pihak sekolah masih berupaya untuk memindahkan Andreas Tampubolon ke Asrama Stikes Widyagama Husada. "Kami sudah konfirmasi. Bertahap nanti pindah ke asrama," jelasnya.

Pihak SMK Widyagama juga akan mengurus ijazah SMP Andreas Tampubolon yang masih tertahan karena urusan administrasi.

Tak tampak ada masalah

Mawan mengaku kaget ketika mengetahui permasalahan yang dialami oleh siswanya itu.

Sebab, Andreas Tampubolon tidak menampakkan diri bawah sedang mengalami kesulitan tempat tinggal.

Andreas Tampubolon juga tampak periang dan berprestasi.

"Selama ini anaknya baik-baik saja. Tidak seperti anak yang punya beban. Pelajaran juga mengikuti. Praktik juga mengikuti. Menurut teman-teman nilainya juga bagus," katanya.

Pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan pihak Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) yang ada di Jalan A Yani Kota Malang.

Gereja itu tempat Andreas Tampubolon menjalankan ibadah setiap minggu Nyaman meski berbeda agama Dikatakan Mawan, Andreas Tampubolon sebenarnya nyaman tinggal dengan bapak asuhnya.

Meskipun, Andreas Tampubolon berbeda keyakinan dengan bapak asuhnya.

Begitu juga dengan bapak asuhnya juga nyaman mengasuh Andreas Tampubolon.

Bapak asuhnya itu terpaksa meninggalkan Andreas Tampubolon karena masih tinggal di rumah orangtuanya.

"Dia sangat nyaman dengan bapak asuhnya. Karena dididik usaha. Nyaman sekali dia. Dan nyambung. Hobinya komputer sama. Usahanya juga di bidang komputer," katanya.

Bapak asuhnya itu sudah mendatangi sekolah dan berjanji akan mengasuh  Andreas Tampubolon lagi setelah rumah yang sedang dibangunnya sudah bisa ditempati.

Penulis: Sarah Elnyora
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved