TRAGEDI AREMA VS PERSEBAYA

Sidang Gugatan Perdata Korban Tragedi Kanjuruhan di PN Malang Kembali Ditunda

Setelah sidang perdana ditunda selama dua minggu, kini sidang gugatan perdata korban Tragedi Kanjuruhan panggilan kedua digelar di PN Malang

suryamalang.com/kukuh
Suasana sidang gugatan perdata korban Tragedi Kanjuruhan panggilan kedua digelar di PN Malang, Selasa (24/1/2023) siang. 

SURYAMALANG.COM|MALANG - Setelah sidang perdana ditunda selama dua minggu, kini sidang gugatan perdata korban Tragedi Kanjuruhan panggilan kedua digelar di PN Malang, Selasa (24/1/2023) siang.

Sidang digelar di Ruang Sidang Cakra PN Malang dan berlangsung cukup singkat, dimulai pada pukul 11.40 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun, lagi-lagi sidang tersebut kembali ditunda lantaran pihak tergugat dan turut tergugat tidak lengkap.

Tiga pihak yang tidak hadir, yakni kuasa hukum atau perwakilan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Sebagai informasi, ada delapan pihak sebagai tergugat yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Dewan Pengawas (Match Commisioner) PSSI, PT Liga Indonesia Baru, Panitia Penyelenggara (Panpel) Arema FC, Security Officer Arema FC, PT Indosiar Visual Mandiri, PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia, Kapolri.

Sedangkan untuk empat pihak sebagai turut tergugat adalah Presiden Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Kabupaten Malang.

Dari pantauan TribunJatim.com di lokasi sidang, terlihat PSSI diwakili oleh satu orang kuasa hukum, sementara kuasa hukum dari Dewan Pengawas PSSI dan PT LIB juga diwakili oleh satu orang yang sama.

Lalu dari pihak PT Indosiar Visual Mandiri, diwakili oleh dua orang kuasa hukum.

Sedangkan dua orang kuasa hukum mewakili tiga pihak yakni Panpel Arema FC, Security Officer Arema FC, dan PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia.

Lalu, untuk dari Kemenkeu dan Kementerian PUPR masing-masing diwakili satu orang.

"Sidang ditunda tiga minggu, dilanjut atau tidak itu tiga kali. Kalau panggilan berikutnya tidak hadir, maka sidang dilanjutkan ke mediasi," ujar Ketua Majelis Hakim, Judi Prasetya dalam persidangan.

Permintaan penundaan sidang sempat mendapat argumen dari tim kuasa hukum penggugat, yang meminta agar sidang tetap dilanjutkan.

Akan tetapi, ketua majelis hakim tetap pada pendiriannya yaitu menunda sidang selama tiga minggu. Atau dengan kata lain, sidang dilanjutkan kembali pada Selasa (14/2/2023) mendatang dengan agenda panggilan ketiga.

Sementara itu, anggota┬á Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK) mewakili pihak penggugat, Achmad Kusairi menuturkan, bahwa pihaknya tetap menghormati keputusan majelis hakim untuk menunda jalannya persidangan.

"Kalau tiga kali panggil tetap tidak hadir lagi, maka sidang dilanjutkan. Itu pertimbangan dari majelis hakim," pungkasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved