Liputan Khusus Malang
PAC Usul PDIP Pilih Didik Atau Darmadi di Pilbup Malang
Banyak PAC PDIP yang kurang sreg dengan wacana yang sempat digulirkan Sanusi itu.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - PDIP perlu mempertimbangkan rencana koalisi atau mendekati kader PKB dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2024 pada November nanti. Banyak PAC PDIP yang kurang sreg dengan wacana yang sempat digulirkan Sanusi itu.
Sebelumnya, kandidat yang akan diusung PDIP itu berencana mencari pendamping dari PKB. Bila rencana ini terwujud, PDIP perlu koalisi atau mendekati kader PKB.
Tapi, sejumlah PAC PDIP belum wellcome dengan rencana tersebut. PAC mengusulkan dua nama yang bisa dipilih untuk mendampingi Sanusi, yaitu Didik Budi Muljono, dan Darmadi.
Didik Budi Muljono adalah mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Malang yang sangat familiar di masyarakat Kabupaten Malang. Apalagi Didik pernah mendampingi Lathifah Shohib dalam Pilbup Malang 2020.
Sedangkan Darmadi adalah sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang. Saat ini Darmadi menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Malang.
Ketua PAC PDIP Bantur, Agus Wijatmoko mengatakan PDIP butuh figur kuat untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti.
"Kalau figur sama-sama kuat, sulit dikalahkan. PDIP itu ibarat mobil yang tangguh yang dikemudikan sopir oleh Pak Sanusi, bupati. Begitu menggandeng Pak Didik menjadi N2, mobil itu tinggal memoles sedikit sudah banyak yang nawar," kata Agus Wijatmoko kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (20/4).
PDIP perlu belajar dari pengalaman Pilkada 2009 dan Pilkada 2014. Dalam dua Pilkada ini, PDIP gagal menjadikan jagonya menjadi bupati Malang.
Saat itu jago PDIP yang berpasangan dengan PKB kalah dengan pasangan Rendra Kresna-Sanusi. Padahal saat itu PDIP dan PKB sama-sama merupakan partai terbesar di Kabupaten Malang.
"Kami bukan merendahkan partai manapun. Namun sejarah sudah membuktikan. Apa kami mau ulang lagi? Saat ini Pak Sanusi menjadi bupati kan lewat PDIP. Makanya, PAC mewacanakan agar Pak Sanusi mempertimbangkan Pak Didik," kata Supriyanto, Sekretaris PAC PDIP Bantur.
Supriyanto menyebutkan Didik yang pernah menjadi Sekda bisa meringankan tugas Sanusi, baik saat kampanye maupun setelah menjadi bupati terpilih nanti.
"Dia juga punya pengalaman politik karena pernah bertarung di Pilkada kemarin. Dia juga masih kuat di birokrasi. Jika tidak digandeng Pak Sanusi, lalu Pak Didik maju dengan calon lain, pasti akan menyulitkan kami. Para PAC sudah kenal dekat dengan Pak Didik karena punya kontribusi jelas pada partai," tuturnya.
Ketua PAC PDIP Wajak, Susiono juga setuju partai berlambang kepala banteng itu menggadeng Didik. Meskipun berlatar belakang birokrasi, namun Didik sudah seperti politisi.
Bahkan karakter Didik hampir seperti karakter kader PDIP yang luwes sehingga cepat diterima oleh grassroots PDIP.
"Kalau sekarang Pak Didik yang menjadi N2, ketika Pak Sanusi sudah tidak bisa mencalonkan lagi pada 2029, PDIP tidak kehilangan kader. PDIP tinggal menaikkan Pak Didik. Tapi, kalau N2 yang dipilih Pak Sanusi dari partai lain, maka N2 itu akan jadi lawan PDIP di tahun 2029," tuturnya.
33 Pasar di Kabupaten Malang Belum SNI |
![]() |
---|
Nongkrong di Pasar Tradisional Bisa Lihat Kota Malang yang Alami |
![]() |
---|
Bisa Nikmati Roti Khas Perancis di Pasar Oro-oro Dowo, Kota Malang |
![]() |
---|
Anak Muda Gandrung Belanja di Pasar Tradisional, Rela Antre Sejam demi Dapat Makanan |
![]() |
---|
Citra Zacharia Ambil Peluang Modernisasi Pasar Oro-oro Dowo Kota Malang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.