LIPSUS Pilkada Malang Dongkrak UMKM

Paslon Mulai Kampanye Pilkada di Malang Raya, Harga Reklame Turun

KPU baru akan menetapkan pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada 22 September.

|
Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
Reklame kampanye sudah mulai terpsang di beberapa titik di Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, MALANG - KPU baru akan menetapkan pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada 22 September. Tapi, sejumlah peserta Pilkada 2024 sudah mulai memasang reklame di sejumlah titik di Malang Raya.

Harga pemasangan atribut ini lebih murah dibandingkan reklame komersial. Sesuai UU nomor 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda), Pemda yang berwenang memungut pajak reklame.

Pasal 60 ayat 3 menyebutkan bahwa yang dikecualikan dari objek pajak reklame diantaranya adalah reklame yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan politik.

Pilkada 2024 membawa berkah bagi usaha percetakan digital (digital printing) dan reklame di Malang Raya. Pengusaha mendapat order berupa reklame billboard dari para paslon yang akan berlaga di Pilkada 2024.

Pemilik Jade Indopratama, Rachmad Santoso mengatakan para paslon di Malang Raya lebih memilih mengiklankan diri lewat reklame billboard ukuran 4 X 6 meter persegi. Sampai sekarang usaha yang berlokasi di Jalan Raden Tumenggung Suryo, Kota Malang ini baru menerima order dari paslon Kota Malang dan Kota Batu.

Rachmad mengungkapkan calon di Kota Malang yang sudah memesan adalah Moch Anton dan Wahyu Hidayat.

"Reklame Moch Anton dan Wahyu Hidayat sudah terpasang. Sedangkan tim Heri Cahyono sudah menghubungi saya pada awal pekan ini untuk memilih lokasi titik reklame," kata Rachmad kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/9).

Sedangkan di Kota Batu, Jade Indopratama mendapat order dari Kris Dayanti (KD) dan Firhando Gumelar. Reklame dua calon ini juga sudah tayang. "Sedangkan calon dari Kabupaten Malang belum ada yang order ke saya," tambahnya.

Rata-rata paslon minta reklame billboard terpasang di beberapa titik, mulai dari tiga sampai enam titik. "Ada yang minta tayang satu bulan, dan ada juga yang minta tayang selama dua bulan. Sekarang titik reklame kami yang kosong sudah banyak disewa oleh paslon," imbuhnya.

Rachmad menyebutkan pemasangan reklame paslon tersebut lebih murah dibandingkan reklame komersial. "Saya tidak etis untuk membuka angka. Yang jelas harganya turun," imbuhnya.

Aloha Kawi CTP Digital Printing juga sudah menerima order pada masa Pilkada 2024. Pemilik Aloha Kawi CTP Digital Printing, Yohanes Edward mengaku baru menerima order dari Moch Anton.

"Mereka pesan enam banner untuk dipasang di titik reame billboard ukuran 4 X 6 meter persegi," tandasnya.

Berdayakan UMKM

DPC PDIP Kota Malang akan memberdayakan UMKM untuk kampanye Hari Cahyono. Ketua DPC PDIP Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan pelaku UMKM juga berhak merayakan pesta demokrasi dalam Pilkada 2024. Made mengaku telah berbicara dengan Hari Cahyono (HC) untuk berkolaborasi dengan para pelaku usaha kecil di Kota Malang.

Saat ini PDIP sedang menyusun rencana kegiatan kampanye dengan menyelaraskan antara keinginan paslon dan partai.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved