Merawat Buah Khas Malang Nyaris Punah
Curhat Petani Apel Desa Poncokusumo Kabupaten Malang, Pupuk dan Obat Mahal
Desa Poncokusumo dikenal sebagai salah satu pusat produksi buah apel di Kabupaten Malang. Tapi para petani apel di sana beralih menjadi petani jeruk.
Penulis: Purwanto | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM | MALANG - Desa Poncokusumo dikenal sebagai salah satu pusat produksi buah apel di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Namun keadaan saat ini berbeda dengan sepuluh tahun lalu.
Para petani apel di Desa Poncokusumo beralih dari apel menjadi petani jeruk.
Meski Tugu Apel di Desa Poncokusumo masih kokoh berdiri, namun hampir di kanan maupun kiri jalan lahan pertanian yang dulunya apel kini menjadi jeruk.
Jelang HUT Ke-80 Republik Indonesia (RI) sejumlah petani apel yang masih bertahan berharap agar pemerintah ikut membantu kebutuhan para petani di Desa Poncokusumo.
Ali Kirmanto (50) salah satu petani apel Desa Poncokusumo yang masih bertahan berharap kepada pemerintah agar harga pupuk dan obat-obatan untuk tanaman tidak mahal.
"Kami berharap pupuk dan obat harganya tidak mahal, itu yang kami harapkan," tegasnya, Sabtu (9/8/2025).
"Memang tidak ada subsidi untuk pupuk pada buah, adanya untuk jagung dan tebu setahu saya," tambahnya.
Ali menceritakan banyaknya petani apel yang pindah ke jeruk dikarenakan harga penjualan tidak stabil serta perawatan yang mahal.
Baca juga: Ikon Kota Mulai Terkikis, Hasil Panen dan Lahan Apel di Kota Batu dari Tahun Ke Tahun Kian Menurun
"Sebenarnya apel ini pertumbuhannya sangat menjanjikan berhubung perawatannya mahal bikin apel ini banyak ditinggalkan," terangnya.
"Biaya dan penjualan tidak maksimal dan tidak stabil itu mungkin yang membuat mereka (petani apel Desa Poncokusumo) berpindah ke jeruk," tambahnya.

Ali bilang jika banyak yang pindah dari apel ke jeruk karena harga buah apel lebih murah.
"Mereka berpindah ke jeruk hampir semua karena buah apel harganya lebih murah. Kalau harga sebenarnya lebih bagus apel tapi kalau terlalu murah ya kita rugi," katanya.
Ali menjelaskan sebagian lahan miliknya yang dulunya ditanami apel kini juga beralih ke jeruk.
"Masih bertahan di apel mas, ada sekitar 250 pohon milik saya, namun sekarang sebagian saya tanami jeruk ada sekitar 200 pohon," jelasnya.
Baca juga: Krisis Apel di Malang Raya : Lahan Menyusut Identitas Kota di Ujung Tanduk
Merawat Buah Khas Malang Nyaris Punah
apel Malang
apel Batu
Poncokusumo
Desa Poncokusumo
Kabupaten Malang
Produksi Buah di Malang Menurun, Produsen Keripik Cari Salak sampai Lumajang |
![]() |
---|
Beli Salak di Kabupaten Malang, Waspada Salak Suwaru Palsu |
![]() |
---|
Produksi Apel di Malang Raya Anjlok, Kualitas Apel Batu Menurun |
![]() |
---|
Pengaruh Anomali Iklim, Produksi Apel Batu Terus Menurun |
![]() |
---|
Tugu Apel Jadi Bukti Masa Kejayaan Apel Poncokusumo, Kabupaten Malang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.