Serapan Bulog Malang Terhadap Gabah dan Beras Mencapai 13 Persen

Kepala Sub Divre Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rachman mengatakan realisasi penyerapan mencapai 13 persen dari target 48.300 ton yang direncanakan

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
SERAPAN BULOG MALANG - Rapat tingkat tinggi pengendalian inflasi di Kota Malang yang berlangsung di Hotel Grand Mercure, Selasa (4/3/2025). Dalam upaya menjaga pasokan pangan, Bulog Sub Divre Malang melaporkan serapan gabah dan beras hasil panen petani di sentra-sentra produksi telah mencapai 6.200 ton per Selasa (4/3/2025). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bulog Sub Divre Malang melaporkan serapan gabah dan beras hasil panen petani di sentra-sentra produksi telah mencapai 6.200 ton per Selasa (4/3/2025).

Kepala Sub Divre Bulog Malang, M Nurjuliansyah Rachman mengatakan realisasi penyerapan mencapai 13 persen dari target 48.300 ton yang direncanakan terjadi pada April 2025.

"Penyerapan ini masih on the track dengan melibatkan 30 mitra kerja di Kota Malang dan Gapoktan," katanya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (5/3/2025).

Capaian realisasi ini menambah stok beras cadangan pemerintah yang kini sebanyak 27.233 ton. Cadangan beras Bulog Sub Divre Malang tersimpan di empat gudang yang berada di Kota Malang dan Kota Pasuruan.

Ia menjelaskan Bulog Malang akan terus menyerap gabah dan beras petani.

"Bulog beli beras dari mitra kerja sampai di gudang Rp12.000 per kg. Beras terima di gudang dengan ketentuan broken 25 persen, menir 2 persen dan kadar air 14 persen dengan derajat sosoh 95 persen," ucapnya.

Baca juga: Bulog Malang Distribusikan Beras Komersial untuk Jaga Stabilitas Pasokan Pangan

Ia mengungkapkan tantangan menyerap beras dan gabah adalah masih banyak petani belum mengetahui peran Bulog. Karena itu, Bulog Malang mengajak semua pihak turut sosialisasi sehingga petani memahami bahwa Bulog bisa membeli gabah hasil panen petani bisa seharga Rp 6.500 per Kg.

"Belum banyak petani yang mengetahui bahwa Bulog siap membeli gabah kering panen sesuai HPP. Gabah kualitas apa pun dibeli, Bulog bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas," ujarnya setelah mengikuti rapat tingkat tinggi pengendalian inflasi.

Saat ini, Bulog Malang turut ambil bagian dalam pengendalian inflasi selama Ramadan. Operasi pasar gencar saban hari menggelontor beras medium dan premium komersial.

Saat ini sudah 3 ton beras medium dan premium komersial dari stok mencapai 6000 ton telah didistribusikan ke pasar. Beras medium Bulog itu dijual Rp 62.500 per kemasan 5 Kg setara harga beras SPHP.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Malang, Febrina menyatakan inflasi cukup terkendali, akan tetapi di luar dugaan Kota Malang justru mengalami deflasi.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, perkembangan inflasi bulanan mengalami deflasi sejak awal tahun 2025. Inflasi Januari -0,60 persen dan Februari -0,69 persen.

"Hal ini bukan semata mencerminkan penurunan daya beli," tegas Febrina.

Saat ini TPID fokus pengendalian inflasi selama Ramadan. Febrina menyatakan harga sejumlah komoditas pangan mulai naik. Bahkan, harga beras di pasar sudah melampaui harga eceran tertinggi (HET). Begitu juga harga daging ayam yang fluktuasi.

Penyebab kenaikan harga pangan lantaran pasokan dari produsen berkurang seperti cabai, bawang merah, beras, minyak goreng premium, dan gula pasir.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved