TAG
Hongkong
-
Kemenlu RI terus memantau proses penyidikan kasus pembunuhan Wiji Astutik di Hongkong, namun hingga kini belum jelas motif pembunuhan ibu satu anak it
Rabu, 24 Juni 2015
-
Rinda bingung mengapa kakaknya hidup menggelandang padahal sudah mendapat tunjangan dari Pemerintah Hongkong.
Rabu, 24 Juni 2015
-
Keluarga Wiji Astutik memasrahkan proses hukum terhadap pembunuh TKW asal Kecamatan Bantur Kabupaten Malang itu ke Pemerintah Hongkong.
Rabu, 24 Juni 2015
-
Saat melihat kotak jenazah kakaknya, mata Rinda berkaca-kaca menahan tangis. Sedang wajah Rahayu Putri terlihat sedih sambil sesekali memandang...
Rabu, 24 Juni 2015
-
Supardi, ayah almarhumah Wiji Astutik terus menunggu kedatangan anaknya dari Hongkong.
Selasa, 16 Juni 2015
-
Pada saat rekonstruksi, tersangka yang berkebangsaan India, mengaku hanya menampar dua kali dan menendang Wiji satu kali.
Senin, 15 Juni 2015
-
Rahayu Putri kini sudah yatim piatu. Sehari-hari, Ayu tinggal bersama kakeknya, Supardi, dan mertua Supardi yang sudah tua.
Jumat, 12 Juni 2015
-
"Jenazah adik saya sudah di dalam peti jenazah sehingga tak bisa melihatnya. Katanya, itu sudah dioutopsi di rumah sakit sehingga tak bisa dibuka,"
Jumat, 12 Juni 2015
-
"Saat Wulan dan teman-temannya datang ke rumah majikan adik saya, jenazah adik saya sudah berada di dalam peti jenazah sehingga tak bisa melihatnya,"
Jumat, 12 Juni 2015
-
Polisi menganggap tewasnya Wiji sebagai kasus pembunuhan dan Wahaj yang diketahui sebagai kekasih Wiji, ditetapkan sebagai tersangka.
Jumat, 12 Juni 2015
-
Wiji dibunuh di atap gedung di Jalan Changsha 1 itu, kemudian mayatnya diturunkan hingga ke teras depan gedung.
Jumat, 12 Juni 2015
-
Entah akan dimakamkan di mana jenazah Wiji Astutik, wanita Bantur yang tewas di Hongkong. Keluarga bahkan masih enggan menyiapkan liang lahatnya.
Kamis, 11 Juni 2015
-
Jika tidak memiliki biaya, maka pemulangan Wiji akan ditanggung oleh pemerintah. Syaratnya dengan menunjukkan surat tidak mampu.
Rabu, 10 Juni 2015
-
Putri tunggal Wiji nampaknya selalu berkomentar pada postingan ibunya.Tapi tidak ada yang direspons oleh ibunya.
Rabu, 10 Juni 2015
-
Wiji berangkat ke Hongkong karena kondisi ekonomi. Ia menikah dengan Supaat, sebagai peani. Supaat meninggal pada Juni 2014 karena kecelakaan.
Rabu, 10 Juni 2015
-
Gadis berambut sebahu itu tidak banyak mengenal ibu kandungnya. Sebab, sejak usia 7 bulan, Rahayu ditinggal Wiji bekerja ke Hongkong.
Rabu, 10 Juni 2015
-
sejak berangkat sampai saat ini, Wijitidak pernah pulang. "Jadi sudah 10 tahun gak pulang,"
Rabu, 10 Juni 2015
-
Wahaj pernah ditangkap pada Februari 2015. Penangkapan pria Pakistan terkait dengan dugaan luka mencurigakan pada korban.
Rabu, 10 Juni 2015
-
Setelah dibunuh, mayat Wiji digulung kasur dan dibuang di depan toko di kawasan Mong Kok, Senin (8/6/2015). Ditubuhnya ada tusukan senjata tajam.
Selasa, 9 Juni 2015
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved