LIPSUS Malang Raya Kekurangan Guru

Kekurangan Guru di Kota Malang, Kemenag Sering Kirim Guru ke Sekolah Swasta

Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang sebanyak 221 lembaga.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Purwanto
ILUSTRASI - Siswa baru berinteraksi dengan guru di SDN Kebonsari 03 Kota Malang beberapa waktu lalu. 

Perbaiki Nasib

Sekolah kekurangan guru terjadi karena pemerintah sudah lama tidak merekrut guru berstatus PNS. Padahal banyak guru yang pensiun atau meninggal sehingga harus diganti dengan guru baru.

Pemerintah membuat skema menuntaskan guru honorer/GTT (Guru Tidak Tetap) dengan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Malang, Rahmadi Indra mengatakan saat ini jumlah guru honorer masih banyak. Seharusnya pemerintah segera fokus untuk memperbaiki nasib guru honorer.

"Pemerintah harus memperhatikan nasib guru, terutama guru honorer. Selama ini dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipakai untuk operasional sekolah. Padahal masyarakat sudah tahu bahwa ada sekolah gratis. Lalu, dari mana penghasilan guru honorer?" kata Rahmadi, Minggu (6/10).

Menurutnya, tidak mudah menjadi guru, khususnya guru honorer. Rahmadi berharap pemerintah lebih serius dan lebih effort terhadap pendidikan, mulai dari fasilitas maupun guru.

"Tenaga pendidik atau guru honorer dengan gaji di bawah UMR dan telah memiliki keluarga, harus memikirkan kehidupan keluarganya. Di sisi lain, guru juga dituntut untuk membuat pintar anaknya orang," ungkapnya.(Benni Indo/Kukuh Kurniawan)

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved