LIPSUS Malang Raya Kekurangan Guru
Kekurangan Guru di Kota Malang, Kemenag Sering Kirim Guru ke Sekolah Swasta
Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang sebanyak 221 lembaga.
Perbaiki Nasib
Sekolah kekurangan guru terjadi karena pemerintah sudah lama tidak merekrut guru berstatus PNS. Padahal banyak guru yang pensiun atau meninggal sehingga harus diganti dengan guru baru.
Pemerintah membuat skema menuntaskan guru honorer/GTT (Guru Tidak Tetap) dengan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Malang, Rahmadi Indra mengatakan saat ini jumlah guru honorer masih banyak. Seharusnya pemerintah segera fokus untuk memperbaiki nasib guru honorer.
"Pemerintah harus memperhatikan nasib guru, terutama guru honorer. Selama ini dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipakai untuk operasional sekolah. Padahal masyarakat sudah tahu bahwa ada sekolah gratis. Lalu, dari mana penghasilan guru honorer?" kata Rahmadi, Minggu (6/10).
Menurutnya, tidak mudah menjadi guru, khususnya guru honorer. Rahmadi berharap pemerintah lebih serius dan lebih effort terhadap pendidikan, mulai dari fasilitas maupun guru.
"Tenaga pendidik atau guru honorer dengan gaji di bawah UMR dan telah memiliki keluarga, harus memikirkan kehidupan keluarganya. Di sisi lain, guru juga dituntut untuk membuat pintar anaknya orang," ungkapnya.(Benni Indo/Kukuh Kurniawan)
Pengalaman Mengajar di Sekolah Swasta Kota Malang, Pernah Dilaporkan Karena Dianggap Tak Kompeten |
![]() |
---|
Solusi Kekurangan Guru di Kota Batu, Bisa Manfaatkan Guru Pelajaran Serumpun |
![]() |
---|
Kekurangan Guru di Malang Raya, Isu Utamanya Adalah Kesejahteraan |
![]() |
---|
Setiap Bulan Guru Pensiun Sebanyak 20 Orang, Kota Malang Butuh Banyak Guru |
![]() |
---|
Kekurangan Guru di Malang Raya Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.